Sunday, January 12, 2014

PUISI KEINDAHAN SEKOLAH


INDAHNYA PENDIDIKAN

Created By : FITRI SANIATUL ADAWIYAH

Cuaca yang cerah
Udara yang sejuk
Memberi salam kepadaku
Embun menetes di sela jari tanganku
Burung Senja mulai menyanyi
Tarian bunga mulai ku pandangi
Pohon menari tertiup angin
Rumput hijau mulai bergoyang
Sejuk kurasakan di hatiku
Ku mulai pijakan sepatuku
Di atas semen kering yang bercampur debu
Gerbang tinggi telah menyapaku
Gedung yang megah memanggilku
Sejenak ku atur nafasku
Bahagia, Damai kurasakan saat itu
Terlintas sejenak di bayangku
Pendidikan adalah moto utamaku

Perkembangan sastra SMA NEGERI 1 BOJA


KOMUNITAS SASTRA “TEATER TETAS” SMA NEGERI 1 BOJA SEMAKIN MENUNJUKKAN KEJAYAANNYA


Setelah Komunitas sastra “TEATER TETAS” didirikan pada tahun 2006 yang dibimbing oleh bapak Nurhadi S,Pd atau yang lebih akrab di panggil pak didik. Kini teater tetas sma negeri 1 boja semakin menunjukkan kejayaannya dengan melahirkan siswa/siswi yang berbakat, bahkan beberapa penghargaan telah diraih oleh beberapa siswa/siswi sma negeri 1 boja antara lain lomba menulis cerpen, membaca puisi, acting dan masih banyak penghargaan yang didapatkan dari perlombaan – perlombaan yang diadakan di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional. Dan mayoritas anggota dari komunitas sastra “teater tetas” di sma negeri 1 boja adalah siswa/siswi dari Program Bahasa.dan hingga sekarang teman teman teater tetas selalu aktif dalam mengikuti kegiatan teater tetas di SMA NEGERI 1 BOJA.
Sejak tahun 2006 hingga sekarang teater tetas selalu memberikan pelajaran yang mengagumkan bagi anggotanya. Di teater tetas diajarkan beberapa cara dan trik berakting, membaca puisi dan yang lain lain hingga menerbitkan juara juara yang mengharumkan nama baik sma negeri 1 boja. Karena prestasi prestasi siswa sma negeri 1 boja yang menganggumkan ini, salah satu penulis handal yaitu bapak budi maryono menyempatkan mampir ke sma negeri 1 boja untuk berdiskusi sastra dan beliaupun memberikan buku terbarunya di akhir acara untuk dibaca siswa sma negeri 1 boja. Selain itu sebelum bapak budi maryono penulis penulis kondang lainnya juga pernah mampir di sma n 1 boja untuk berdiskusi sastra dan memberikan motivasi agar sastra semakin berkembang dan selalu jaya . dan di tahun 2012-2013 sma negeri 1 boja telah melahirkan siswa yang berbakat dalam lomba menulis cerpen dan juara 3 telah di raihnya, selain itu lomba  baca puisi juga telah membawa pulang piala, dan masih banyak perlombaan yang sudah mengharumkan nama teater tetas sma n 1 boja. Dan  bakat aktingpun juga telah Nampak dari anggota baru teater tetas sma n 1 boja, mereka telah menampakkan penghayatan dan penjiwaan tokoh yang bagus saat melakukan akting, dan perlahan semakin membuat kagum pembimbing teater tetas.
            Pembimbing teater tetas sma n 1 boja selalu tegas dan gigih untuk melatih anggotanya hingga mereka mahir dalam bidang sastra. sejak tahun 2006 hingga 2013 ini teater tetas selalu melahirkan siswa yang berprestasi gemilang. Sastra di sma n 1 boja juga selalu melahirkan penulis penulis yang handal dan berbakat. Dan ucapan terimakasih selalu terucap untuk pembimbing kami karna beliau selalu memotivasi dan mengarahkan anggotanya untuk terus menjadi yang terbaik . dan semoga teater tetas semakin jaya dan mendunia.

MY PUISI


BERBICARA PADA REMBULAN

Aku tahu kau di sana
Di suatu tempat yang jauh
Kuingin kau kembali
Para tetangga mengira aku gila
Namun mereka tak mengerti
Hanya kaulah yang kumiliki
Malam-malam saat gemintang
menerangi kamarku

Kuterduduk seorang diri
Berbicara pada rembulan
Berusaha bicara padamu
Berharap kau ada di sana
Juga sedang berbicara padaku
Ataukah aku ini orang gila
Yang duduk seorang diri
Berbicara pada rembulan

Aku merasa jadi orang terkenal
Seisi kota membicarakan
Mereka bilang
Aku tlah gila
Namun mereka tak tahu apa yang kutahu
Karna saat mentari tenggelam
Seseorang menjawabku
, Mereka menjawabku

Pernahkan kau mendengarku memanggilmu
Karna tiap malam
Aku bicara pada rembulan
Tetap berusaha berbicara padamu
Berharap kau di sana

Juga berbicara kepadaku
Ataukah aku ini orang gila
Yang duduk seorang diri
Berbicara pada rembulan
Aku tahu kau di sana
Di tempat yang jauh


Memilih Setia
Ada banyak cara Tuhan menghadirkan cinta
Mungkin engkau adalah salah satunya
Namun engkau datang di saat yang tidak tepat
Cintaku telah dimiliki

Inilah akhirnya harus ku akhiri

Sebelum cintamu semakin dalam
Maafkan diriku memilih setia
Walaupun kutahu cintamu lebih besar darinya

Maafkanlah diriku tak bisa bersamamu

Walau ku sadar tulusnya rasa cintamu
Takkan mungkin untuk membagi cinta tulusku
Dan aku memilih setia

Seribu kali logikaku untuk menolak

Tapi ku tak bisa bohongi hati kecilku
Bila saja diriku ini masih sendiri
Pasti aku akan memilih
kan memilih kamu


Januari 

Berat bebanku meninggalkanmu
Separuh nafas jiwaku sirna
Bujan salahmu apa dayaku
Mungkin benar cinta sejati
Tak berpihak pada kita
kasihku sampai di sini kisah kita
jangan tangisi keadaannya
bukan karena kita berbeda
dengarkan, dengarkan lagu-lagu ini
melodi rintihan hati ini
kisah kita berakhir di januari
selamat tinggal kisah sejatiku


Cinta Terbaik
Jujur saja ku tak mampu
Hilangkan wajahmu di hatiku
Meski malam mengganggu
Hilangkan senyummu di mataku
Ku sadari aku cinta padamu
Meski ku bukan yang pertama di hatimu
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meski ku bukan bintang di langit
Tapi cintamu yang terbaik

Jujur saja ku tak mampu
Tuk pergi menjauh darimu
Meski hatiku ragu
Kau tak di sampingku setiap waktu
Ku sadari aku cinta padamu
Meski ku bukan yang pertama di hatimu
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meski ku bukan bintang di langit
Tapi cintamu yang terbaik


Setelah Kau Tiada
Tak sempat ku mengerti
Kau tunjukkan arah saat ku tersesat
Beri cahaya saat ku sendiri dalam gelap
Namun waktu tak pernah rela menunggu
Hingga akhirnya kau pun pergi
Terlambat ku sadari kau teramat berarti
Terlambat tuk kembali dan tuk menanti
Kesempatan kedua yang tak mungkin pernah ada
Baru-baru ku teringat kau hembuskan angin
Saat ku bernafas siramkan air saat aku dalam kekeringan
Namun tak pernah aku hiraukan semuanya
Hingga kini pun tiada
Biarkan ku hidup dalam penyesalan ini
Sampai nanti kau kembali


pergilah kasih
Tak pernah ku sangka ini terjadi
Kisah cinta yang suci ini
Kau tinggalkan begitu saja
Sekian lama kita berdua
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Tak ku sangka cepat berlalu
Tuk mencari kesombongan diri
Lepas segala yang pernah kau ucapkan
Kau tinggalkan daku
Pergilah kasih kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Semoga tercapai segala keinginanmu
Tak ku sangka cepat berlalu
Tuk mencari kesombongan diri
Lepas segala yang pernah kau ucapkan
Kau tinggalkan daku


tak sanggup lagi
Setelah sekian lama baru ku menyadari
Mengapa ku selalu menahan rasa sakitku
Ingin ku hapus saja semua dendam ini
Tapi rasa tak mungkin lagi
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Biarkan ku pergi karena aku tak sanggup lagi
Mengingat semua kenangan dulu di saat engkau menyakitiku
Mengapa semua terjadi di saat kau mulai menyadari
Semua kesalahanmu padaku tapi ku tak sanggup lagi
Ku akui sekarang engkau mulai berubah
Namun rasa sakitku terlalu dalam tuk terobati
Ingin ku hapus saja semua semua dendam ini
Tapi rasa tak mungkin lagi

Jangan datang lagi
Sedetik bertemu seperti ku telah mengenalmu
Kau yakinkan aku tuk memilihmu
Kau jantung hatiku, kau darah di tubuhku
Sampai seseorang berkata kau adalah kekasihnya
Hancur hatiku, remuk jiwaku

Tak bisa aku mengerti
Tak bisa aku pahami
Biar hujan hapuskan segala
Lara hati yang telah kau beri
Jangan pernah datang lagi
Ku tak ingin kau kembali
Biar angin hempaskanmu pergi
Tinggallah aku melupakanmu

ANEKDOT



ANEKDOT

Creat By : FITRI  SANIATUL ADAWIYAH

Pelajaran Seni Rupa
Lebih dari empat tahun sinta dan rina bersahabatan sejak SMP sampai SMA mereka tidak pernah berpisah,bahkan mereka selalu satu kelas dan duduk satu bangku, sampai – sampai kemana mana mereka selalu bersama sama. Shinta adalah murid yang rajin,pintar dan cantik. Sedangkan Rina adalah murud yang tomboy dan pemalas. Tapi walaupun mereka berbeda tetapi mereka tetap bersama dan  bersatu. Dan saat itu kelas mereka sedang pelajaran seni rupa,
Guru seni rupapun telah memasuki kelas dengan membawa alat – alat gambarnya.
“selamat pagi anak – anak!” salam guru seni rupa
Anak anakpun menjawab “ Pagi Buuuuuuu …”
“Kali ini materi kita adalah menggambar atau membuat karikatur sepasang anak SMA laki laki dan perempuan yang bergandeng tangan..!”kata guru seni rupa
“ iya bu “! kata anak anak
Tapi saat itu Rina kebingungan, karena Rina tidak bisa menggambar karikatur. Rinapun menggambar sebisanya karena waktu sedikit lagi habis.

30 menit kemudian…………

Dan waktu untuk menggambar karikaturpun habis, dan guru seni rupapun menyuruh anak anak untuk meletakkan alat alat gambar mereka.
“waktu sudah habis letakkan gambar kalian diatas meja, ibu akan keliling untuk mengecek hasil gambar kalian !” kata guru seni rupa.
“Gambar kamu bagus Shinta pertahankan” kata guru seni rupa kepada Shinta
Jawab Shinta “Iya.. Terimakasih Bu!”
Dan guru seni rupapun terkejut sampai sampai sempat sesak nafas saat melihat gambar Rani ..
“kenapa bu?” Tanya Rani kepada guru seni rupa
“Rani kenapa kamu menggambar Karikatur Donat bukankah ibu menyuruh kalian membuat karikatur sepasang anak sma laki laki dan perempuan yang bergandengan tangan!” kata guru seni rupa sambil marah marah kepada rani
Ranipun menjawab “ Sayakan tidak bisa membuat karikatur sepasang anak sma yang bergandengan tangan bu! Jadi saya membuat donat ..Donat kan makanan favorit mereka bu! Jadi saya tidak salahkan !
 “huch, Raniiiiiiiiiiiiiiiii #####@@@@@......???????” Gumam Guru seni rupa, Shinta dan teman teman

Sunday, October 27, 2013

CERPEN SEDIH

BUNGA DAN DERITA

Aku masih terpaku pada deretan bunga sepatu di hadapanku. Bunga yang telah terkatup layu seiring dengan telah lamanya aku menanti seorang pria yang mengajakku kencan di taman ini. Tiga puluh menit dari jadwal janjian, terasa tak jadi masalah saat dari kejauhan terdengar seseorang memanggilku. Namun saat kupalingkan wajahku, aku kecewa bukan main ternyata hanya kegaduhan orang-orang disebrang jalan.

Kembali aku fokuskan perhatianku pada rangkaian bunga dihadapanku. Sesekali kulirik wajahku pada kaca mungil yang sengaja kubawa. Aku harus memastikan saat Dannis datang aku bisa terlihat lebih cantik. Soalnya dia adalah laki-laki pertama yang aku persilahkan untuk mengajak diriku berkencan, ya walau hanya di taman kota saja. Dannis adalah teman sekelasku yang dua tahun terakhir ini aku idam-idamkan tembakannya. Padahal sebelumnya waktu menginjak kelas satu SMA aku sangat tidak akur dengan cowok tengil itu.

Tapi karena suatu moment saat aku cidera diperlombaan basket antar sekolah, dia dengan gagahnya membopong tubuhku. Dari kejadian itulah aku mulai mengalihkan fikiran jelekku kepadanya. Dari yang tadinya evil yang paling dihindari, kini jadi sosok pangeran penolong yang dinantikan kehadirannya.

Jarum jam telah menunjuk angka sembilan.

“Oh Dannis, setega itukah kamu? udah dua jam Nis hikss…..,” aku tejatuh dalam tangis. Anganku telah hancur lebur karena sebuah janji yang tidak ditepati.

Padahal masih hangat di memoriku, tadi siang saat jam istirahat aku mendapati sepucuk surat beramplop merah jambu terselip di mejaku.


Hi Asmi…..

Malam ini aku haraf kita bisa ketemu….
Ada beberapa hal yang perlu aku sampein ke loe Mi….
Gw.. Eh aku ssssstunggu kamu jam tujuh di taman kota yaa….

-Dannis-

Ku ulang kembali hingga tiga kali, aku baca dengan super apik, terutama dibagian pengirim.

“Oh Tuhan, Dannis?” suasana bahagia bercampur haru menyelimuti hatiku.

Nuansa kelas menjadi indah dipenuhi bunga warna-warni. Hingga seseorang menepuk pundakku. Dan suasana kembali berubah menjadi kelas dua belas saat jam istirahat. Sepi, dan terkapar tak berdaya buku-buku yang dilempar majikannya.

“Asmi….”

“Ehhh….. Via, kenapa Vi?
“Loe yang kenapa? Dari tadi Gw intip dari jendela Loe senyum-senyum sendiri….”

Aku disuguhi pertanyaan yang membuat aku kikuk sendiri. Aku tidak bisa membayangkan seberapa merah wajahkun saat itu. Yang pasti saat itu aku benar-benar tertunduk.

“Eng….ngak ko Vi, aku gak kenapa-napa”, sahutku gugup.

“Ya udah Gw mau ke kantin aja, mau ikut gak Mi?”

“Oh gak, maksih aku gak laper.”

Aku segera membalikkan tubuhku, memburu kursi dipojokan kelas. Namun baru beberapa langkah, hartaku yang paling berharga disabet oleh orang dibelakangku.

“ehhhh..”

“Haaa… ternyata ini toh yang bikin Loe jadi gak laper? Hahhahah…”

“Via kembaliin!” ku rebut kembali kertas berharga itu.

“Yah Loe ini Mi, sekalipun Gw gak baca tapi Gw udah tahu isinya apaan.”

“So tahu kamu!”

“Ya Gw tahu, itu surat dari Dannis kan? Dia ngajak kencan? Soalnya nanti malam dia mau……” omongan Via tertahan dengan kedatangan seseorang yang dari tadi dibicarakan.

“Dannis…..” sahut ku dan Via kaget.

“Aduh hampir saja” bisik Via pelan.

“Kenpa Vi?” tanyaku penasaran.

“Ohh enggak! Gw kayaknya ngedadak gak mau kekantin deh!”

“Lantas loe mau kemana Vi?” tanyaku semakin heran.

“Ke WC ya Vi? ya udah sana!” tangkas Dannis plus kedipan kecil dimata kirinya.

“Oh ya bener, hhehhe”

Via telah berlalu, sekarang tinggal aku dan Dannis.

“Gimana?” Tanya Dannis.

“Gimana apanya Nis?”

“Tuu…” tunjuknya ke arah kertas dijemariku.

“Oh oke deh aku mau”

“Ya udah Gw cabut dulu ya!” sahutnya salah tingkah.

“Oh ya…” aku tak kalah salting.

Perlahan Dannis meninggalkan kelas, namun sebelum dia benar-benar pergi dia memanggilku.

“Hmmm…. Vi jangan ampe telat ya!”

“Ok sipp!”

“Awas loh”

“Iya bawel”
***

Dengan berurai air mata dan kecewa, aku putuskan untuk pulang kerumah. Sesampainya dirumah aku semakin kacau dengan disuguhi omelan Bunda, yang malah bikin hatiku semakin hancur saja. Beribu pertanyaan Bunda menghujani aku.

“Dari tadi kamu kemana saja?”

Aku hanya terdiam kaku tanpa menjawab pertanyaan Bunda.

“Jawab!” kali ini nada suara Bunda meninggi,

”Kamu tahu? anak perawan gak baik keluyuran jam segini!” sambung Bunda.

Aku masih tak memberikan respon apa-apa.

Plakkk

Sebuah tamparan menggores pipiku, “Oh Tuhan sakit sekali” bisikku dalam hati.

“Bunda jahat!” aku segera masuk kekamar, kututup rapat pintu kamarku.

Malam ini sungguh menjadi malam yang paling berat untukku. Ini adalah kali pertama Bunda menampar dan memarahiku. Belum lagi dengan perasaanku yang masih kecewa karena kencan pertamaku gagal, karena Dannis tak hadir diundangannya sendiri.

“Oh Tuhan, semalang itukah nasib ku?”

Aku kembali terhanyut dalam tangis, hingga akhirnya aku tertidur pulas.
***

Pagi-pagi sekali aku sudah bersiap-siap untuk pergi kesekolah. Fikirku sudah matang, sesampainya disekolah akan ku beri tamparan mereka berdua.

“Via sama Dannis itu dari mulai sekarang bukan temanku lagi, teman macam apa mereka? Berani ngerjain aku ampe separah itu!” gerutuku kesal

Kakiku masih mengayuh, menyusuri pinggiran jalan kota yang ramai. Namun saat aku melewati Taman Kota kakiku serasa tertahan, aku mengingat peristiwa tadi malam.

“Cuihh….. aku bakalan balas semua rasa sakitku tadi malam!” aku kembali bergerutu kesal.

Aku samakin kesal saat aku menyadari banyak kelopak bunga mawar berantakan diruas jalan.

“Apa-apaan nih, mereka kira aku lagi jatuh cinta apa?” dunia pun seakan menertawakan rasa sakitku dengan menabur bunga di jalanan yang aku lewati ini.

Aku berlari kencang meninggalkan keanehan yang membuat aku semakin gila. Tak membutuhkan waktu yang lama aku telah sampai disekolah.

Hal pertama yang aku lakukan adalah mencari dua orang biadab itu. Tiga puluh menit telah berlalu, aku sudah mengubek-ubek isi sekolah tapi hasilnya nihil, keduanya hilang bak ditelan bayang. Hingga bell masuk pun tiba, tapi keduanya tak kunjung masuk kelas. Sampai pelajaran dimulai, baru sepuluh menit seseorang mengetuk pintu kelas. Aku terperajat kaget “Aku haraf itu Dannis atau Via”. Tapi ternyata bukan, dia adalah Bu Jen, wali kelas kami.

“Pagi anak-anak”

“Pagi Bu……” jawab murid hamper serempak.

“Pagi ini ibu dengan berat hati akan mengabarkan kabar duka kepada kalian”. Semua anak kelas dua belas terlihat tenang mendengar penjelasan Bu Jen.

“Salah satu teman kita, Dannis. Semalam mendapat musibah, dia mengalami kecelakaan yang cukup parah, hingga nyawanya tidak dapat tertolong”. Suara Bu Jen semakin melemah.

Suasana berubah menjadi pilu, tangisan mulai tumpah ruah dimana-mana. Aku sendiri terpasung dalam diam, jantungku berdegup dalam kisah sedih yang tak tertahankan.

“Dannissssss!!!!!”

Aku berteriak sekencang-kencangnya, aku berlari dan terus berlari. Hingga akhirnya aku telah bertepi di ruas jalan di dekat Taman, dimana aspal dipenuhi kelopak bunga yang telah layu diinjak pengguna jalan.

“Oh Tuhan ternyata kelopak bunga ini dipenuhi cipratan darah”

Diri ini semakin berguncang hebat, saat aku temui secarik kertas.


Dear……
Asmi (Calon Kekasihku)
From : Dannis

Kertas kotor bernoda darah itu aku peluk sekuat-kuatnya.

“Dannis…..Hiks” kepala ini semakin tak tertahan, dan akhirnya aku terkapar dalam ketidaksadaran.
***

Mata ini pelan-pelan mulai menatap jelas orang-orang disekelilingku. Ku lihat dengan pasti wajah Bunda dan Via penuh dengan kehawatir dan penasaran.

“Asmi kayaknya udah sadar Tant”

“Iya”

“Aku kenapa Bund?” tanyaku dengan nada berat.

Bunda dan Via menatapku pilu. Aku mulai mengingat deretan kejadian sebelum aku terkapar dalam tempat tidur ini,

“Dann….” Ucapanku terhenti karena sentuhan telunjuk Bunda di bibirku. Bunda menganggukkan kepalanya petanda mengiyakan setiap halus ucapanku,

“Iya, kamu yang sabar ya nak”

Lagi-lagi aku terpaku dalam diam, hanya linangan air mata yang mengalir deras dipipiku.
Via memeluku erat,

“Maafin Gw ya Mi, Hiks… Gw tahu, Gw gx mampu jaga Dannis buat Loe.”

“Hiks…… Dannis”
***

Satu minggu sudah aku mengurung diri dikamar, tanpa bicara dan tak ingin brtemu siapa-siapa.

Tukk tukkkk…..

Seseorang mengetuk pintu kamarku

“Asmi , nih ada Nak Via pengen ketemu kamu.”

“Pergi Kamu!!” bentakku kasar, dan lemparan bantal tepat mendarat diwajah Via saat Bunda membuka pintu kamarku.

“Mi ini Gw, Via”

“Pergi kamu!!! Kamu yang udah bikin Dannis meninggal!!!”

“Ya Gw Mi, Gw yang udah nagsih buku Diary loe itu ke Dannis, yang membuat Dannis sadar tentang semua perasaan Loe ke dia. Tapi asal Loe tahu Diary Loe itu juga yang bikin Dannis sadar kalo cintanya gak bertepuk sebelah tangan!”

“Jadi Dannis……..” ucapanku terhenti, perlahan aku mendekati wajah Via yang basah karena air mata, “Bohong!” bentakku bringas.

“Gak Mi!”

“Alah itu akal-akalan kamu aja, biar aku enggak ngerasa terhianati” sahutku sinis.

“Gak Mi, Loe gak sadar waktu malam itu Dannis terlambat tiga puluh menit, dia terus manggin-manggil Loe, tapi Loe gak denger,” ucapannya terhenti, sesaat Via mengambil nafas panjang “Loe malah sibuk sama riasan Loe itu, sampai akhirnya dia tertabrak karena lari kearah Loe!”

“Bohong!”

“Tidak! Gw liat dngan mata kepala Gw sendiri, Gw yang anter Dannis ke Taman karena dia kelamaan milih bunga di toko bunga nyokap Gw.”

“Dannis….Jadi”

“Jadi gak ada yang terhianati disini, Dannis bener-bener cinta sama Loe Mi! Pliese Loe jalani hidup Loe lagi, buat Dannis Mi!”

“Hiks…….”

Aku menangis sejadi-jadinya, tapi itu akan menjadi tangisan terakhirku. Karena aku telah berjanji untuk menjalani kehidupan ini dengan sebaik mungkin. Karena aku mencintai Dannis, laki-laki yang mencintai aku.

CERPEN CINTA



Kau Yang Merubah Hatiku

Awal dari sebuah rasa manis akan tetap manis jika kita pintar megolah rasa manis itu agar tetap manis. Cerita itu berawal pada sebuah hubungan antara cewek manis yang sering disapa Indi dengan cowok yang sering dipanggil Ihsan. Hubungan mereka yang telah berjalan hampir 9 bulan ini berawal mulus dan penuh dengan bahagia.
Rasa pahit ini dimulai saat hari-hari sebelum ulang tahun aku diakhir bulan awal tahun ini. Sebuah perubahan terjadi pada Ihsan. Waktu yang tak pernah ada untukku membuatku sudah kehabisan kesabaran untuk selalu ngertiin Leo yang sibuk berkerja,hingga hari liburpun ia tetap bekerja. Hingga 2 minggu sebelum ulang tahunku,aku mengirim sebuah pesan panjang kepada Ihsan.
To : (085643xxx890) Ihsan sayang
Aku tak tau knp km berubah. Km lupa dgn semua janji hubungn kita. Aku rasa ini puncak dari sebuah rsa sabarku. Aku ingin kita udahan aja,jalan ini mgkn yg terbaik. Maaf utk smua dan maksh untuk hari2 lalu. Aku bukn berhnti mencintai tpi aku ingin berhnti menyakiti hati.
Dengan rasa berat hati dan meneteskan air mata,aku mengirim pesan itu ke dia. Namun seperti yang sudah aku duga,tak ada tanggapan dari Ihsan hingga satu minggu sebelum ulang tahun.
Hari-hariku sangat berat saat ia sedang menghadapi ujian yang sedang berlangsung di kampusnya aku juga harus menghadapi masalah dengan Ihsan
Saat aku berkeluh kesah dengan sahabat akrabnya yang suka dpanggil “Sipit” namun ia juga tak memberi respon bahkan saat aku memulai cerita,
“pit,aku sebel deh ama Ihsan,aku dicuekin,sampe aku ngomong putus aja gak direspon,pokonya akau penegen putus dari Ihsan ………….”
Belum selesai aku bercerita sipit langsung jawab dengan pernyataan juteknya dan muka jelek, “udah ah mb Indi,aku mau pulang,capek aku”,sambil dia meanarikku untuk pulang. Dengan rasa sedih aku menganggukkan untuk mengiyakan agar sipit pulang.
Aku berjalan menuju tempat parkir motor sambil memikirkan,kenapa dengan Sipit. Otakku ini penuh banget,Sipit jadi berubah, Ihsan juga gak kalah berubah,ditambah ujian yang bakal dihadapi. Dalam hatiku cuma berucap “ ujian hidup dan ujian kampus kok berat banget”. Aku mencoba menghubungi Pit berulang kali namun jawaban dari operator selalu sama “nomor yang anda tuju sedang sibuk”. Aku mencoba sms Sipit..
To : (085678901xxx) Sipit
LPit,kok sekarang kmu berubah,saat ini kau butuh kamu pit
Sambil menunggu balasan dari Sipit aku berpikir apa Sipit juga punya masalah jadinya gak mau dicurhatin. Tak berapa lama ada pesan masuk dihandphoneku,dalam hati inginnya leo yang sms aku. Tap aku yakin pasti Sipit yang balas.
Jreng,,dengan terkejut …
Dari : (085643xxx890) Ihsan sayang
Sayang aku lagi sibuk buat beberapa minggu ini.
Setelah baca ini ada rasa lega tersendiri ternyata dia sibuk tapi makan hati juga kalau gini terus. Lalu tak berapa lama sipit menyusul membalas sms dariku.
Dari : (085678901xxx) Sipit
Mb Ndi,sorry aku lagi irit pulsa,gak bisa balas smsmu.
Dengan rasa yang udah bercampur dihati sms mereka takku balas,dan membuang handphoneku dari hadapanku. Jam dinding di kamarku yang udah nunjukkin pukul 23.00 WIB tapi mata susah banget dipejamin. Udah beberapa hari ini aku tidur diatas jam 01.00 WIB. Tapi aku berusaha memejamkan mata namun handphone berdering,sebuah lagu menjadi lagu tanda panggilan masuk. Aku tak ingin melihat siapa yang menelpon malam gini,tapi telepon itu tidak berhenti berdering.
Ku coba melirik handphone dan melihat sebuah nama yang taka sing,karena ternyata yang telepon itu adalah Ihsan. Dengan segera aku menganggat telepon.
“Assalammualaikum, Ndi”. Sebuah salam yang terdengar dari seberang namun kali ini Ihsan berubah karena memanggilku Indi.
“Walikumsalam,gimana ada apa?” dengan gaya biasa karena tetep aku jaga gengsi. Hehehe..
“kok belum tidur,Ndi”,dengan nada datar dan tanpa dosa.
“belum aja,belum ngantuk. Kamu sendiri kenapa belum tidur juga?”
“Kok panggilnya ‘kamu’ ?”. Ihsan ini paling gak suka kalau dipanggil ‘kamu’ walaupun lagi marahan.
Aku juga Cuma jawab singkat,”kamu ja panggil aku Ndi”.
Malam ini begitu dingin,sekalinya telepon seperti ini. Lama sekali kami terdiam,entah apa yang dipikirkan oleh Ihsan saat ini.
“Em,tidur yuk,udah malam,nanti sakit.” sebuah ucapan manis dari Ihsan ini lumayan menyejukkan hati kalau dia masih perhatian denganku.
Aku dengan sedikit menghilangkan gengsi,”ya udah tidur,besok kan kamu kerja juga”
“ya udah,met malam ya”. Tuttt.. Tuttt..Tutttt …
Tiba-tiba telepon itu terputus,aku belum sempat membalas ucapannya. Bahkan ucapan yang sering dilakukkan pun tiba-tiba hilang.
Aku tetap tidak bisa tidur,aku berpikir terus “apa yang kamu mau sih Ihsan,putus gak dikasih jawaban,tapi masih perhatian”. Dengan gemasnya boneka beruang yang pernah ia berikanpun jadi sasaran kemarahanku. Aku coba mengajak bicara boneka itu,
“apa sih mau mu Ihsan?”
“aku ini masih pacaramu bukan?”
“aku bingung ma kamu”. Sambil kupukul-pukul boneka itu,”jawab dong,diem aja kamu”.
Tiba-tiba air mata ini menetes perlahan dan dengan rasa sayang aku memeluk boneka.
Dengan lirih aku berucap, “Ihsan aku sayang ama kamu,tapi kamu bikin aku nagis terus.”
Pelukanku keboneka menemaniku hingga aku terbangun dari tidurku. Pagi cerah ini dengan mata agak sedikit sembab mencoba untuk bersemangat ke kampus. Hari ini bakal jadi jadwal yang paling bosen,kuliah dan rapat organisasi hingga sore. Tapi aku berpikir ini mungkin cara menghilangkan rasa sedihku.
Seperti biasa aku janjian dengan Sipit di kampus karena beberapa mata kuliah kami sama jadi kadang kami sekelas. Kami mendapat julukan “emak dan anak” karena tiap Sipit dating duluan yang ditanyain aku begitu juga sebaliknya.
Dari belakang mencoba mengagetkan Sipit,“dor…Pit,,,”
“yeee…mb Indi,kagetin aja. Gak sedih lagi ni?”
“udah enggak dong,kan males mikir orang yang gak mikir aku”
“kenapa Ndi mata kamu,dicium nyamuk apa semut cowok ni.hahahaha”. Dengan gaya khas ketawa sambil matany merem sipit mengejekku.
“apaan sih kamu,Pit.. Ini mata sembab karena aku pompa,niatnya matanya biar belok dan gak Sipit kayak kamu”. Sambil aku membuka mata dengan jariku dan berlari karena aku ngejek Sipit.
Seketika itu pikiranku tentang Ihsan hilang, ya walaupun Sipit gak dengerin ceritaku, setidaknya bisa bikin ketawa aku. Karena kami punya semboyan “Kita gak sedih lagi,gak nangis lagi”. Itu Cuma kalimat dari lirik lagu Smash tapi bisa bikin seneng.
Hari-hari berikutnya terasa cepat sekali,sampai gak inget kalau besok udah hari ulang tahunku. Dan beberapa hari ini gak nyangka nama Ihsan hilang di pikiranku,kita sama-sama gak saling smsan atau telepon.
Hari yang ditunggu namun bikin kecewa,semalaman aku tak tidur berharap Ihsan bakal jadi orang pertama yang mengucapkan ulang tahun ini. Tapi aku gak begitu peduliin itu,karena banyak sahabat,keluarga yang memberiku ucapan dan lebih special.
Lebih malasnya lagi hari ini masuk kuliah,sesampainya disana. Sebuah kejutan kecil dari temen-temen.
“happy bday to u,,,happy bday to u,,happy bday,happy bday,happy bday Indi…..”
Sebuah donat kecil dan lilin diatasnya dibawa oleh Sipit untukku.
“Tiup lilinya mb Ind,tapi,,,make a wish dulu ya…”
Ku memejamkan mata dengan sebuah doa,dan saat ku buka mata ini ku meniup lilin. Donat kecil itu ku potong kecil-kecil agar semua temen ikut menikmati,walaupun dikit. Suapan pertama untuk sipit sambil cipika cipiki.
“Happy bday mb Indi”
“makasih sayangku”
Dan hari ini waktu itu cepat sekali,kejutan dan ucapan tak henti-hentinya datang. Namun tak satu smspun dari Ihsan untuk mengucapkan ulang tahun. Sekalinya aku lihat jam udah jam 17.00 WIB. Dan saatnya pulang kerumah dengan rasa penuh kebahagiaan. Aku jadi mengerti arti sebuah persahabatan.
“balik yuk,Pittttt,udah capek ni seharian dan aku juga udah bosan kalau ketemu kamu terus.heheheh..” sambil gemes ama pipinya yang chubby banget.
Dengan jengekelnya Sipit menarik tanganku,”sakit tauuu…hehehehe. Serius ni bosan ma aku?hehehe”.
“iya,untung aja kuliah itu gak 24 jam,coba 24 jam bisa mati konyol ketawa ma kamu terus.”
“Agh,nyebelin mb Indi ni,”dengan muka manyunnya.
“Tapi kalau ketawa sambil merem dan gak boleh manyun ntar tak tinggal pulang lho”
“jangan,,nebeng sampe depan ya”,dengan muka melas dia dan senyum Sipitnya.
Dengan sikap hormat,aku menjawab “siap laksanakan boss..sipitnya mana sipitnya”,aku mencoba masih menggodanya.
Aku dan sipit menuju parkir kampus untuk mengambil motor . Saat menuju motorku aku heran kok ada sebuah kantong plastik yang tergantung dimotorku.
“Pit,tu ada plastik punya sapa ya?”
“Ya punya mb Indi dong,kan dimotor mb Indi”
“Tapi aku tadi gak bawa apa-apa,jangan-jangan…………..”
“jangan-jangan apa mb Indi?”
“jangan-jangan Bom Pit,kaburrrrrr…………”,aku langsung berlari berniat ngerjain sipit yang kaget. Sipit juga ikut lari dan berterika,”Mb Indi tunggu”, dengan nada manja anak kecil.
“mb Indi,liat aja yuk”
Kami mencoba kembali ke motor kami dan melihat isi kantong yang ada di motorku itu.
Jrenggg……jrenggg… coba tebak apa isinya…
“Agh,flasdisk??”,aku dan sipit mengatakan hal yang sama.
“tau gitu aku nitip kamu aja biar,masak ngomong aja kita barengan”
“gak apa-apa mb Indi,kita itu emang ditakdirin bersama-sama”
“udah-udah,,kamu ntar GR malah berabe.” Sambil ku lihat kantong itu barang kali ada yang lain,“maksudnya apa ya Pit ini?”
“gak tahu,coba dicari ada tulisan dari pengirim gak”
“Ini ada tulisan pit”,aku membaca sebuah memo kecil dari sang pengirim.
‘Indi,ini flas ada sesuatunya, dilihat pas pukul 20.20. gak boleh dilanggar’
Dari : pengirim flasdisk
“mb In,jangan-jangan dalemnya ada Syahrininya,tu ada sesuatu”
“Hahahaha,,,kamu itu aneh-aneh aja,mana muat Syahrini masuk flasdisk”
Aku masih bingung dengan ini,maksud dan isi dari flas ini apa. Kulihat sipit mebolak balik kantong itu.
“Kenapa pit,kok dibolak balik?”,anak satu ini aneh banget.
“ya ini kantong nyebelin mb In,gede kantongnya isinya Cuma flas. Gak ada makanan atau apa gitu”
Sambil gemesin pipinya,”kamu itu,makan mulu….udah kita pulang. Jadi gak sabar pengen liat isinya apa”
Setelah sepanjang jalan memikirkan isi flas,tak terlintas akan pikiran tentang Ihsan. Seakan beberapa hari ini aku dibuat amnesia tentang Ihsan. Aku juga tak mengenali tulisan tangan dari si pengirim. Sebuah tanda tanya besar dipikiran ini belum terjawab.
Malam sudah mulai larut,berulang mata ini melirik jam dinding namun seakan jam itu berputar sangat lambat. Sudah tek terhitung berapa kali mata ini melirik untuk menunggu pukul 20.20. rasanya tunggu sesuatu yang bikin penasaran itu sangat menyebalkan. Setelah menunggu beberapa saat sms masuk ke Hpku.
Dari : (085678901xxx) Sipit
Isinya apa mb Ind?
Aku segera mereplay sms sipit.
To : (085678901xxx) Sipit
Gak tau juga,ntar lagi aku buka.
Waktu yang ditunggu sudah datang,seperti anak yang mendapatkan hadiah aku sangat begitu antusias untuk mengetahui isi flas itu apa. Langsung ku buka dilaptopku dan hanya ada sebuah file yang berformat video. Bergegas aku membuka video tersebut.
Sebuah video ucapan selamat ulang tahun dari Ihsan. Disitu Ihsan menyanyikan lagu milik Ipang yang berjudul “Akhirnya Jatuh Cinta”,” Tak Ada gantinya”, “Tanpamu” yang merupakan lagu favorit kita. Didalam video Ihsan sambil bermain gitar menyanyikan lagu itu. Diakhir video itu Ihsan mengatakan sesuatu yang sangat menyentuh.
“aku sekarang tau siapa yang harus aku perjuangkan,ternyata kau harus memeprjuangkan kamu,bila cintaku dan cintamu bersatu aku yakin cinta ini kekal dan abadi utnuk selamanya karena kamu semangat hidupku”
Diakhir kata-kata dari Ihsan membuat aku menagis terharu dan senyum bahagia.
Beberapa saat kemudian ada yang mengetuk pintu rumah,sambil aku menghapus air mata ini aku beranjak untuk membukakan pintu.
Saat kubuka pintu,sebuah kejutan yang termanis yang aku terima.
“Happy bday to u… Happy bday to u…..”
Aku terkejut karena Ihsan datang bersama SIpit dan SIput. Biar jelas,siput ini adalah cowok Sipit,kita panggil Siput karena dia super karet dan lama kalau ada janjian jalan-jalan. Kalau janjian pergi bareng jam 08.00,dia bisa baru datang jam 10.00 karena kelamaan mandi.
Aku lanjutin ceritanya, Ihsan dengan membawa kue ulang tahun menyanyikan lagu ulang tahun bersama Sipit dan Siput. Dengan segera aku memeluk Ihsan dan memukul Ihsan karena aku sebel dan aku bahagia. Ihsan juga membalas pelukku sambil membisikan “happy bday sayangku,”
“makasih sayangku”, Ihsan juga mencium keningku.Dan aku kembali memeluknya.
“Eehmmmmmmm….”,sipit ma siput mengagetkan kami.
“Halooo…lilinya mau cair ni,mau ditiup gak ni?”,sipit langsung aja nerocos.
“Iya dong,kan kueku,hahhahaa… tapi masuk dulu yuk,,”
Setelah beberapa saat aku mentiup lilin ulang tahunku dengan sebuah doa dan ucapan terima kasih pada Allah karena udah ngembaliin Ihsan lagi. Untuk beberapa saat aku sedikit manyun ama Ihsan.
“sayang itu nyebelin tau,cuekin aku”
“jangan salahin aku aja,tu sipit ma siput juga. Mereka juga ikut andil dalam urusan ini”. Dengan segera aku menghampiri sipit m siput dan mencubit mereka.
“dasar kalian berdua,sengkongkol ya”. Dengan muka tak berdosa mereka hanya tertawa.
Dengan rasa kagen yang udah beberapa minggu gak manja-manjaan ma Ihsan. Aku mencubit karena aku masih sebel dikerjain.
“aduh sayang,ampun,,,”,diraihnya aku dan dipeluk sama Ihsan.
“maaf ya sayang buat kemarin-kemarin. Tapi aku gitu karena kau sayang. Love you sayang”
Dengan nada manja aku menjawab,”iya sayang. Love you too sayangku”
Untuk kedua kalinya,kami diganggu oleh sipit ma siput. “Hello,disini ada kami” siput bersuara untuk kali ini.
“ayo mb Ind,dipotong kuenya,masak mau diliat aja”
“dasar tukang makan,iya,iya,,tak potong ya”
Dan lebih nyebelin lagi,kuenya ditulisin ‘happy bday Indi. Semoga cepat gemuk’. Mereka itu ada –ada aja. Selanjutnya aku memotong kue.
Untuk potongan pertama aku memberikan kepada Ihsan. Dan sebuah kecupan manis dikening untukku dari Ihsan.
Untuk potongan selanjutnya sipit dan siput. Kami bercanda sambil menikmati kue ulang tahun.
“kok bisa kalian kerja sama,aku kasih tahu ceritanya dong”
Secara bersama-sama mereka tertawa,karena sudah berhasil mengerjain aku.
Cerita awal dimulai dari Ihsan, Ihsan mengajak siput dan sipit untuk ngerjain aku. Dan semua skenario sudah dirancang. Sipit selalu memberi informasi pada Ihsan tentang aku.
“sayang waktu malam itu aku telepon karena denger dari sipit kamu sedih banget. Aku gak tega jadi aku telepon”
“aghh,,nyebeliin sayang tu”
“hahahahaaaaaaaaa….” Mereka menertawakan kebodohanku.
“terus yang kasih flas dimotorku?kan syang kerja,sipit ma aku terus,mesti siput ya”,sambil tunjuk Siput.
Dengan senyumnya siput mengakui,”iya aku yang kasih flas kemotormu dan itu tulisanku. Kan kamu belum pernah liat tulisanku”
“aghh,,dasar siput,kamu itu”
Dan semua kembali tertawa karena melihat kebodohanku. Aku Cuma cemberut dan ikut ketawa.
Ternyata kejutan dari Ihsan belum berakhir.
“tutup mata sayang,gak boleh ngintip lho..”
“ada apa to?”
“ya udah tutup mata dulu,nanti kan tau. Tapi berdiri dong”
Aku mencoba menuruti semua kemauan dia dan aku penasaran apa yang akan diberikannya,karena flas dan kue sudah menjadi kejutan yang teka terlupakan.
“udah belum sih,lama banget”,dengan sebel karena gak sabar pengen tahu.
“ok,sekarang dibuka perlahan ya…”
Sedetik kemudian aku membuka mata,sebuah kejutan yang manis. Ihsan memberikanku sebuah cincin dan ia sambil berkata “mau kah kau berjanji untuk selalu menjaga dan mempertahankan hubungan kita dalam keadaan apapun?”.
Dia bertanya seperti itu karena kalau diajak nikah aku gak mau jadi gak mungkin kalimatanya “will you married me?” bakal langsung aku tolak,
Dengan rasa yang bahagia dan tak mampu berucap,aku hanya menganggukan kepala sebagai isyarat aku mau. Dan Ihsan pun memakaikan cincin itu dijari manisku. Dan sebaliknya aku. Setelah cincin ini tersemat di jari kami, Ihsan memelukku dan mengatakan sesuatu padaku,
“aku janji akan menjagamu.”
Dengan rasa yang tak bisa ku ungkapkan aku menjawab dari ucapan dengan,”aku juga berjanji hati ini untukmu”
Dan sipit mengagetkanku dengan ucapannya untuk siput,”sayang aku juga mau kayak gini”
“hahahahhahah,,,”,kami semua tertawa dengan ucapan sipit.
Malam kian larut dan tak terasa jam udah nunjukkin pukul 23.00. semua pamit untuk pulang. Namun aku sedih karena Ihsan juga pulang,aku masih pengen sama dia. Rasa kangenku sama dia belum terobati. Namun waktu yang bicara.Mereka akhirnya kembali kehabitat msing-masing(maksudku ke rumah masing-masing.)
“mb Ind,kita pulang dulu ya”,sipit dan siput bersalaman denganku untuk pamit.
“ok,,makasih ya buat kalian berdua”
“sayang,aku pulang dulu ya,langsung bobo ja,udah malem,”
“iya sayang,syang juga langsung bobo. Hati-hati ya,,”
“iya sayang,love you sayang”,kecupan kening untukku.
“love you sayang”
“udah mb Ind,ntar gak selesai-selesai kalau cium peluk mulu,” sipit ngiri ni,hehehe
“ya biarain,ni kan pacaraku,masak aku mau cium siput,boleh po?hahaha” aku menggoda sipit.
“ya gak boleh kok”
“sayang awas aja ya,” aku langsung dapet peringatan dari Leo dan Sipit.ahaahahah
Dan mereka pulang kerumah masing-masing. Malam ini bahagia yang tak terkira. Dan gak mungkin aku lupakan. Aku beruntung memiliki teman dan Ihsan yang menyayangiku.
Aku juga lebih bisa memaknai arti sebuah persahabatan dan kasih sayang.Dan aku berharap harapan yang aku inginkan terkabul,sebuah harapan yang tak akan ku ucapkan jika belum terjadi.
Di hari berikutnya kami kembali seperti biasa, Ihsan kembali normal. Hari terasa cepat hingga tak terasa sudah masuk bulan Mei. Dan yang paling aku senang karena 27 Mei adalah satu tahun kami berpacaran,aku ingin membuat suatu perayaan kecil dengan kejutan kecil dariku. Saat sebuah rencana manis aku susun rapi dengan penuh cinta. Sebuah kabar buruk yang menghancurkan sebuah rencana itu datang.
Saat beberapa hari sebelum hari itu saat dia datang kerumah sudah larut malam dan gak biasanya dia datang selarut ini.
“duduk dulu sayang,mau minum pa?”,aku mempersilakan dia duduk.
“makasih sayang,gak usah minum. Aku Cuma pingin malam ini ama sayang”,dengan senyum dia mengatakan itu.
Tersontak aku kaget dengan ucapannya.”Maksudnya apa?”
“gini,aku besok bakal berangkat berlayar ke India untuk waktu yang cukup lama”. Dia menghela nafas setelah mengahkiri ucapannya.
Aku hanya bisa diam saat mendengar itu semua. Aku tak dapat mengatakan apa-apa. Aku tak suka ini semua.
“sayangg…..”. dia membuyarkan lamunanku.”kamu gak apa-apa kan??”
“eh,,em,,sayng serius?sayng ini Cuma bercanda kan?”. Aku mencoba mencari jawaban kalau ini semua Cuma kebohongan dia. Karena dia sering sekali mengatakan itu.
“kali ini benar”,sambil dia mengeluarakan surat-surat sebagai tanda kalau kali ini dia tak berbohoong.
Aku memintanya danku teliti satu demi satu saurat-surat itu. Dan benar sebuah nama negara sebagai tujuan berlayar atas nama dia. Aku menaruh kembali surat itu dan bertanya,”berapa lama berlayar?” dalam hati ku pasti wkatu yang lama karena line/tujuannya jauh.
“2 tahun sayang aku akan pergi”
Aku tak tahu harus bagaimana lagi saat dia menjawab 2 tahun. Aku hanya terdiam,dia pun ikut terdiam karena dia tahu pasti aku gak bisa terima ini semua.
“sayang bohong kan?sayang boong ya?”,aku masih mencoba tak percaya. Namun saat tangan ini digenggamnya untuk mencoba meyakinkanku.
“sayng,aku bener besok bakal berlayar. Aku tau sayang bakal kesepian banget. Apalagi di sana nanti aku juga gak dapet sinyal. 2 tahun itu aku sebulannya hanya mendarat 2 hari sayang.”
Aku benar-benar terdiam tanpa sebuah sedikitpun ucapan yang aku keluarkan dari bibir ini. Aku membayangkan rencana kecilku di hari jadian kita hancur. Tangannya tetap menggenggamku untuk menguatkanku.
Sedetik kemudian air mata membasahi pipiku. Sebuah sentuhan manis darinya untuk menghapus air mata ini makin membuat aku menangis. Dan selanjutnya sebuah pelukan manis darinya. Aku menangis di dadanya dengan sebuah pelukan dan belaian dia dengan diciumnya keningku olehnya. Mungkin ini pelukan terakhirnya.
“sudah sayang,jangan gini. Nanti aku nangis juga,jelek kalau nangis. Cantiknya mana..”. dia masih mencoba menghiburku dan menggodaku.
Dengan perlahan aku lepas pelukan ini darinya.” Sayang,aku sayang banget ama kamu. Aku gak pengen jauh dari kamu. Tapi ini untuk masa depan,aku harus dukung kamu. Aku akan tunggu kamu di sini. Aku ingin kamu janji,2 tahun lagi kamu datang kerumahku”
“aku janji sayang.” Dia kembali memelukku sambil berucap,”awas aja kalau sayang punya pacar lagi,hehehe”
“agh,paling syang juga di sana”,mencoba gak mau kalah aku.
“aku aja bakal di air terus. Di kapal juga cowok semua. Ada juga ibu-ibu. Lagipula aku kan punya sayang yang bakal selalu ada”
“gombal sayang ki”
“biarin,yang penting gak gembel..hehehhe”
Kami kembali tertawa dan menikmati hari perpisahan ini hingga tengah malam.
“besok anterin aku ya,mau kan?”
“ok deh sayang,”
“tapi gak boleh cengeng ya”
“ya biarain kok,,masak pacar bakal pergi jauh gak boleh nangis”
Perlahan dia berdiri dari kursinya dan meraih tanganku kembali,”sayang janji ya gak macem-macem kalau aku tinggal. Inget cincin ini jadi saksi hubungan kita”
“Aku janji sayang”. Sambil ku tersenyum walaupun aku sedih.
“sayng aku pulang dulu ya,udah malam. Sayng bobo ya…”
“huem sayang,hati-hati ya”
“sampa ketemu besok ya sayang”
“ok sayang”. Dengan berat aku harus melepasnya pulang dan besok hari terakhirku bertemu dengannya.
Air mata ini memang tak bisa membohongi kesedihan hati ini. Perlahan menentes kembali. Aku jadi makin sedih,saat ahri-hari esok air mata ini menetes kembali siapa yang akan mengusapnya.
Semoga waktu 2tahun itu akan berjalan cepat dan hari-hariku tak berubah karena aku akan tetap menjaga hati ini untuknya. Untuk orang yang telah menyayangiku setulus hati.
Sebuah lagu yang menjadi kenangan manis untuk kami adalah “Ipang-akhirnya jatuh cinta”.
Semua terjadi tak ku sadari tak terpikir apalgi mimpi.Tapi ternyata kini ku tak lagi berdaya.Kau memang beda dari yang pernah ku rasakan.Hanya kau yang bisa merubah hatiku tk mungkin ada lagi yang mampu membuatku seperti ini.Semua berubah saat bersamamu tak mungkin ku dapat kalau tanpaumu,sangat ku nikmti mencitaimu bersamamu. Tapi ternyata kini aku sudah bersamamu…
Karena kesedihanku ini hanya sementara,karena aku percaya lelah ini hanya sebentar dan aku tak boleh menyerah walaupun ini tak mudah. Aku akan selalu ingat pesan dia untuk selalu tersenyum biar semakin mudah karena kesedihan ini hanya sementara.
Dan hari-hari sepiku akan terjadi. Semoga aku bisa jalani ini semua. Dan semoga 2 tahun lagi aka nada sebuah cerita manis yang berakhir dengan sebuah kebahagiaan.




CERPEN EVITA



JEJAK TAS MERAH

Oleh : Fitri Saniatul Adawiyah

 Sebuah tas merah yang slalu dibawa kemana – mana oleh seorang gadis yang duduk dikelas XI SMA sebut saja Evita gadis yang sangat baik dan ramah kepada temannya  . tapi Kini ia sudah tak nampak lagi dihadapan teman – teman dan orang – orang di sekitarnya. Gadis yang berkulit putih dan berambut panjang itu kini telah menghilang tak tau kemana, tiga hari berlalu ia menghilang bahkan tak seorangpun yang tau kemana perginya gadis berkulit putih itu. Mitta seorang gadis yang berkacamata, yang sempat duduk satu bangku dengan evita tiga hari sebelum menghilangnya evita, saat dimintai keterangan dari kepolisian mitta berkata bahwa ia tidak tau kemana pergingnya evita “ sebelum kepergian evita apakah evita sempat berbicara sesuatu dengan anda ?” kata polisi yang sedang memintai keterangan dari mitta.
“ tidak!, saat itu evita tidak berbicara denganku, bahkan saat aku mengajaknya berbicara ia tidak memperdulikan aku, Ia hanya terdiam dan menundukan kepalanya dimeja seperti orang yang sedang banyak fikiran.” Saut mitta dengan wajah yang kebingungan saat menjawab pertanyaan dari polisi.
Dengan Mitta menjawab seperti itu maka polisipun meninggalkan mitta, lalu mendatangi penjaga sekolah yang saat itu sedang menyapu di depan halaman Kelas mitta dan meminta keterangan darinya, pak yanto penjaga sekolah yang sudah 15 tahun menjaga sekolahan itu hingga sekarang, sampai – sampai anak-anakpun sangat akrab dan dekat dengan penjaga sekolah itu. Karena kebaikan dan keramah tamahan pak yanto itulah yang menyebabkan anak –anak senang bertukar pikran dengan pak yanto, meskipun hanya seorang penjaga sekolah tapi Pak Yanto serasa menjadi tempat curhatan sebagian anak – anak di SMA itu. Karena pak yanto selalu menanggapi dan memberi solusi yang tepat saat anak – anak sedang bercurhat “ dimana gadis cantik yang berkulit putih itu, sudah tiga hari ini dia tidak menampakkan batang hidungnya?”gumam Pak Yanto di dalam hati sambil terdiam melamunkan dirinya dengan memegang sapu lidi yang sedang ia gunakan untuk menyapu halaman sekolah.
“Permisi bapak!” saut polisi kepada pak yanto yang tidak digubris, sampai – sampai polisi memanggil pak yanto sampai tiga kali dan akhirnya pak yanto baru menyadari bahwa ada polisi yang memanggilnya.
“Oh .. iya komandan! ada yang bisa saya bantu ?” kata pak yanto dengan nada terkejut.
“ma’af pak saya membuat terkejut bapak! begini pak! Apakah bapak mengenali gadis yang ada di foto ini?” tanya polisi kepada Pak Yanto sambil menunjukkan Foto Evita.
“sepertinnya saya tahu, bukankah gadis ini gadis yang duduk di kelas XI dan setiap pulang pasti ibunya slalu menjemputnya dengan mobil mewah yang lengkap dengan supirnya !” kata pak yanto         .
“Memang benar itu Pak dia adalah anak kelas XI, apakah bapak pernah melihat gadis ini? Tanya polisi.
“tentu pak!” jawab Pak Yanto.
“ jika pernah, kapan terakhir melihat gadis ini pak ?” tanya polisi kepada pak yanto.
“terakhir saya melihat gadis ini saat ia pulang sekolah, tapi itupun tiga hari yang lalu pak!” jawab pak yanto.
“ apakah bapak melihat dengan siapa gadis ini pulang saat itu ?” tanya polisi
“ kalau itu saya kurang tahu! memangnya ada apa bapak mencari gadis ini?” kata pak yanto. “tidak ada apa – apa pak” Polisipun terpaksa menjawab dengan jawaban yang tidak jujur, karena untuk mempermudah pencarian .
“kalau begitu terimakasih bapak sudah mau menjawab pertanyaan dari kami, ma’af jika kami mengganggu waktu bapak .selamat bekerja lagi dan kami permisi” kata polisi sambil meninggalkan pak yanto dan menuju ke salah satu geng yang ada disekolahan itu yaitu GENK PINK yang disebut – sebut  sebagai geng yang selalu menjaili evita, Salah satunya adalah Dias ketua Geng di “GENK PINK” tesebut. Dias memang seorang gadis yang kaya raya tetapi ia selalu menyombongkan kekayaan orang tuanya di hadapan anak – anak di sekolah itu.
“ Permisi apakah anda Dias Sara Yupita?” tanya polisi kepada geng tersebut.
“ oh iya benar itu bapak!” jawab Dias dengan nada yang centil dengan menunjukkan kesombongannya.
“ apakah adik mengenal gadis ini?” tanya polisi kepada Dias sambil menunjukkan foto Evita.
Diaspun menjawab dengan nada yang kasar “ Iya tentu saya tau! Ini adalah Evita gadis satu kelas saya yang sok alim dan sok pintar”.
“kenapa adik menjawab begitu, apakah adik suka berteman dengan gadis ini?” tanya polisi kepada Dias.
“ aduh.. jangan sampai saya berteman dengan evita! Mau jadi apa kalau saya berteman dengan Dia!” jawab dias dengan nada yang keras & kasar.
“ mengapa adik menjawab seperti itu? Apakah adik tau jika Evita sudah tiga hari menghilang dan tak seorangpun yang tau kemana perginya gadis ini ?” kata polisi.
“ saya tidak tahu pak , kenapa bapak tanya sepeti itu? bapak menuduh saya menyembunyikan si Evita? Asal bapak tau meskipun saya benci dengan evita saya tidak akan melakukan hal yang bodoh semacam itu” jawab Dias.
“ Tidak dik, mengapa adik ini dari tadi menjawab pertanyaan dari kami dengan nada yang kasar seperti itu” tanya polisi dengan nada yang sedikit kesal karena ulah Dias.
“hmmmmmmmmmmm.........” Sahut Dias dengan nada seperti mengejek.
Karena pihak kepolisian jenuh dengan jawaban dari dias, polisipun melanjutkan evakuasinya ke Kantin sekolahan.
            Sampai di kantin sekolah pihak kepolisian di sambut dengan gembira oleh anak-anak yang sedang makan , Polisipun mendatangi langsung ibu kantin yang saat itu sedang melayani anak-anak yang sedang jajan di kantin.
“permisi bu !” panggil polisi kepada ibu kantin.
“oh iya pak, ada yang yang bisa saya bantu? Apakah yang ingin bapak pesan di kantin kita ini ?” jawab Bu Tiya, penjaga kantin yang sudah 10 tahun mencari nafkah di sekolahan itu.
“ tidak! Terimakasih, kami hanya ingin sekedar berbincang-bincang dengan ibu sebentar! Apakah ibu memperkenankan kami berbincang – bincang dengan ibu sekedar 5-7 menit lah bu?! ” saut polisi kepada ibu kantin.
“oh tentu saja Pak, saya tidak akan keberatan!” jawab Bu Tiya.
Setelah polisi bertanya-tanya kepada ibu kantin, pihak kepolisianpun mendapatkan keterangan dari Ibu kantin. Ibu kantin berkata bahwa setiap anak-anak makan di kantin sekolahan, bu Tiya tidak pernah mendengar atau melihat anak-anak mencaci atau membicarakan evita dengan berita yang negatif, terkecuali geng yang slalu usil kepada Evita yaitu geng PINK. Dan kata ibu kantin ia tidak pernah melihat perilaku yang mencurigakan dari anak – anak.
Dengan keterangan – keterangan dari beberapa keluarga-keluarga sekolah, polisi menyimpulkan bahwa hilangnya evita tidak ada sangkut pautnya denga sekolahan atau keluarga besar sekolahan, dan evakuasipun dilanjutkan langsung ke tempat tinggal Evita, saat itu sedang ada mama dan pacar Evita dirumah Evita. “selamat siang” kata polisi sambil mengetuk pintu rumah evita”
“Siang..... ada yang bisa saya bantu pak?” kata ibu evita.
“apakah benar ini kediaman evita?” tanya polisi.
“oh iya benar itu pak, kalau boleh tau memang ada keperluan apa pak?”
“kami dari kepolisian yang sedang menangani kasus anak ibu yaitu Evita!” kata polisi
“ oh iya pak! Kalau begitu silahkan masuk” kata mama Evita.
Di Kediaman Evita terjadilah Dialog antara Mama Evita, Pacar Evita, dan Kepolisisan. Dari pertanyaan – pertanyaan yang diajukan kepolisian mama evita mengatakan bahwa Hilangnya evita itu diluar sepengetahuan kelurga besar Evita, dan tiga hari sebelum menghilangnya evita, mama evita sempat menjemput evita di sekolahan seperti biasanya. Tapi saat itu mama evita menuggu evita selama tiga jam, tapi evita tidak juga keluar dari gerbang, dan saat mama Evita bertanya ke Satpam sekolahan itu, ia berkata bahwa anak – anak sudah pulang semua dan tidak ada satupun siswa yang belum pulang. Mendengar perkataan satpam itu mama Evita langsung panik dan masuk ke mobil dengan mengeluarkan air mata.
            Saat itupun sampai jam 12 malam Evita juga tak pulang – pulang, karena mama dan ayah evita panik, merekapun langsung melaporkan ke POLRES dengan laporan kasus penculikkan. Dan sampai detik inipun Evita belum diketemukan.
            Disisi lain saat terjadi dialog antara mama Evita dan Kepolisian, Fardian, pacar evita hanya terdiam dan melamun . dan saat dimintai keterangan dari polisi Fardian malah pamit untuk pulang kerumah, tingkah Fardian yang seperti itu serentak membuat mama evita curiga kepadanya. “mengapa anak itu?, kok tiba – tiba pamit dan tadipun saat dimitai keterangan dia hanya diam dan melamun seperti orang yang menyembunyikan sesuatu” tanya mama Evita kepada polisi.
            Karena mama evita dan anggota kepolisian curiga kepada fardian, merekapun mengikuti arah mobil fardian pergi “ pak, mengapa arah mobil fardian ke arah gudang itu ya ......?” tanya mama evita kepada pak polisi.
“Entahlah buk, mungkin kita harus mengikuti terus langkah fardian, karena semakin kesini tingkahnya semakin mencurigakan” jawab polisi
“baiklah pak kalau begitu!” kata mama evita
 fardianpun langsung turun dari mobilnya dan masuk ke sebuah gudang yang sudah lama tidak terpakai,  fardianpun masuk kedalam gudang tersebut. Di sisi lain Mama evita dan polisipun langsung turun dari mobil dan mengikuti langkah fardian sampai gudang itu. Karena polisi dan mama Evita curiga dengan Fardian, merekapun langsung masuk ke dalam gudang itu.
Saat sampai didalam gudang itu. Mama evita dikejutkan dengan adanya Evita didalam gudang itu dengan tangan dan kaki bertali di pinggir tumpukkan – tumpukkan kardus yang sudah tidak terpakai. Keluarlah Fardian dari pintu sebelah barat ruangan itu. Seketika polisi langsung menyekap Fardian dan dibanya ke kantor polisi untuk dimintai keterangan,
Evitapun langsung di bawa lari mamanya untuk dibawa pulang, dengan muka yang sembab evita menceritakan semua kejadiaan – kejadian yang terjadi padanya, dan ternyata dalang dibalik penculikkan ini adalah Fardian,kekasih evita yang selama ini di puji – puji kelurga Evita. Ternyata fardian hanya menginginkan harta dari evita bukan cinta dari evita.
Dan Fardianpun kini harus menanggung akibat dari perbuatan yang dia lakukan, dia harus rela hidup di balik jeruji penjara dan meratapi nasibnya bersama narapidana – narapidana di balik jeruji besi itu. Dan kini evita harus mencoba melepaskan Fardian dan belajar mencari yang lebih baik dan tidak seperti SRIGALA BERBULU DOMBA .